AUTOMOTIF

Jumat, 02 Desember 2016

OVER HOULE

OVER HOULE

OVER HOULE

TURUN MESIN MAKSUD DAN TUJUAN ADALAH PERAWATAN / PERBAIKAN KEPADA KOMPONEN KOMPONEN MESIN.

TURUN MESIN (OVER HOULE)

ALASAN OVER HOULE
* MACET KEHABISAN OLI
* ASAP HITAM YANG TIDAK TERATASI OLEH TUNE UP
* SUARA RIBUT
* ASAP PUTIH
* OVER HEATING ( PANAS BERLEBIHAN )
* OLI BERCAMPUR AIR
* PAKTOR XTERNAL

MACAM MACAM OVER HOULE
A. FULL OVER HOULE
B. SEMI OVER HOULE

FULL OVER HOULE : TURUN MESIN SEMUA
* KEPALA SILINDER
* BLOK MESIN

TOP OVER HOULE : HANYA BAGIAN KEPALA SILINDER SAJA

KOMPONEN KOMPONEN MESIN
A. KOMPONEN TIDAK BERGERAK
B. KOMPONEN BERGERAK

A.  KOMPONEN KOMPONEN TIDAK BERGERAK
1* CYLINDER HEAD
   -  KEPALA SILINDER
   -  SILINDER CUP
2* BLOK MOTOR / BLOK MESIN / BLOK SILINDER
3* CARTER

B. KOMPONEN KOMPONEN BERGERAK
1. KATUP DAN KETENG KELENGKAPANNYA
2. ROCKER ARM  +AS
3. NOKEN AS / CAMSHAFT
4. KRUK AS / POROS ENGKOL / KRANK SHAFT
5. CONECTING ROD / SETANG SEHER
6. PISTON TORAK / ZUIGER
7. SISTIM DISTRIBUSI / TIMING /HUB TOP

ANT A1.
KEPALA SILINDER
* KETENTUAN MEMBUKA BAUD KEPALA SILINDER
1. MESIN HARUS DINGIN
2. MEMBUKA BAUD HARUS
* MENYILANG DARI SISI KE DALAM
* BERTAHAP

* KETENTUAN MEMASANG BAUD KE SILINDER
1. MENYILANG DARI DALAM / TANGAN KE SISI / LUAR
2. BERTAHAP
3. KEKENCANGAN BAUD HARUS SAMA UKURAN UKUR DENGAN KUNCI MOMENNYA


KEPALA SILINDER

A.1

SASARAN ANALYSA
1. BIDANG PERAPAT HARUS PENGGARIS BAJA LURUS = BATAS LENTING MAX 0,08 MM : SLEEP DI TUKANG BUBUT
2. RUANG BAKAR HARUS BERSIH : BERSIHKAN
3. SALURAN AIR DAN OLI : BERSIHKAN
4. SITTING KATUP HARUS BAGUS
* TEBAL
* TIDAK CACAT
* KEMIRINGAN 45 DERAJAT
GANTI SITING DI TUKANG BUBUT

5. SALURAN IN /EX MANYFUL : BERSIHKAN
6. PASTIKAN BAUD . LUBANG BAUD . DRAT BUSI BAGUS
PERBAIKI DI TUKANG BUBUT.
7. BOS KATUP HARUS BAGUS : GANTI BOS DI TUKANG BUBUT
8. SEMUA SEAL DAN PACKING HARUS DI GANTI

PENJELASAN.

PENTING..!
RUANG BAKAR DIBERSIHKAN DG APA SAJA

OVER HOULE KEMBALI KE SISTEM AWALNYA.

* DALAM KEPALA SILINDER TERDAPAT LUBANG
WATER MANTEL
LUBANG OLI

5. SALURAN IN MASUK
DARI KARBURATOR
EX KELUAR DARI MANIFUL
A. BOS KATUP  1/1000 MM
CARA MENGETESNYA HARUS ADA ISAPAN DALAM POSISI PRESS.

4. PASTIKAN BAUD DAN LUBANG BAUD ( BAGUS )

A3. CARTER / BAK OLI
 PASTIKAN BIDANG PERAPAT LURUS
 * MEMBUKA BAUD BERTAHAP DAN MENYILANG DARI DARI SISI KE TENGAH
* MEMASANG BAUD BERTAHAP DAN MENYILANG DARI TENGAH KE SISI
* BAUD PEMBUANGAN OLI HARUS MENGANDUNG MAGNET

BLOK MOTOR

A.2

BLOK MOTOR / BLOK MESIN /
*SASARAN ANALYSA*

1. SALURAN AIR ( WATER MATEL ) : BERSIHKAN
2. SALURAN OLI : BERSIHKAN
3. SILINDER LINER
; TIDAK BOLE AUS
; TIDAK BOLE CACAT
; CELAH LINER DENGAN PISTON MIN 0,03 MAX 0,08 MM
KET . JIKA LINER RUSAK PERBAIKI DI TUKANG BUBUT

UKURAN LINER ;
1. UKURAN AWAL ; STAND / STD
2. OVER SIZE ; 0,025 MM
3. OVER SIZE ; 0, 50 MM
4. OVER SIZE ; 0, 75 MM
5. OVER SIZE ; 1, 00 MM
6. OVER SIZE ; 1,25 MM
7. OVER SIZE ; 1,50 MM

* JIKA LINER DI KHORTER MAKA PISTON DAN RING PISTON = HARUS DIGANTI
* (KHORTER) + GANTI PISTON + RING PISTON GANTI DI SEBUT OVER SIZE
* JIKA OVER SIZE SUDAH MENCAPAI UKURAN (1,50 MM) = PERBAIKAN SELANJUTNYA LINER DIGANTI DENGAN UKURAN STANDAR / STD ( OVER BOS )

* PASTIKAN BAUD DAN LUBANG BAUD BAGUS
a3. CARTER / BAK OLI
PASTIKAN BIDANG PERAPAT LURUS
MEMBUKA BAUD BERTAHAP DAN MENYILANG DARI SISI KE TENGAH
MEMASANG BAUD BERTAHAP DAN MENYILANG DARI TENGA KE SISI
BAUD PEMBUANGAN OLI HARUS MENGANDUNG MAGNET

BAGIAN YANG HARUS DIPERIKSA

B1.

KATUP DAN KELENGKAPANNYA
* BAGIAN YANG HARUS DI PERIKSA *
1. BATANG KATUP HARUS LURUS .
2. BAUT KATUP HARUS TEBAL
3. BIDANG PERAPAT TIDAKBOLE CACAT (KEMIRINGAN 45 DERAJAT)

D. PEGAS KATUP HARUS RATA

E. SEAL KATUP GANTI

B2.

ROKER, ARM ( PELATUK )
* PASTIKAN BOS BAGUS .
- GANTI BOS KE T.B.B
- GANTI ROCKER ARM

* PASTIKAN BIDANG PENEKAN KE KATUP RATA
- RATAKAN (GERINDA)
- GANTI
*PASTIKAN AS RATA ( BAGUS ) SALURAN OLI BAGUS

B3.

NOKEN AS / CAM SHAFT
FUNGSI PENGGERAK UTAMA KATUP
* BAGIAN YANG HARUS DI ANALYSA :
A. AS UTAMA DG BOS : TDK BOLE LONGGAR .
- PERBAIKI TUKANG BUBUT ( SLEP / UNDER SIZE )
AS DI PERKECIL + BOS DIPERTEBAL .
- TAHAPAN UNDER SIZE SAMA DENGAN OVER SIZE
B. NOK / CAM : TIDAK BOLE CACAT
C. GIGI PENGGERAK DISTRIBUTOR HARUS BAGUS

B4.

KRUK AS / KRANK SHAFT / POROS ENGKOL
* FUNGSI MERUBAH GERAK NAIK TURUN PISTON MENJADI GERAK PUTAR
BAGIAN YANG HARUS DI ANALYSA :
A. AS UTAMA DG METAL DUDUK = TIDAK BOLE MACET / LONGGAR
B. AS ENGKOL DENGAN METAL JALAN = TIDAK BOLE MACET / LONGGAR
C. TIDAK BOLE ADA GERAKAN MAJU MUNDUR GANTI GANTI SPIZER ( METAL BULAN)
KET. JIKA TERJADI KERUSAKAN PADA AS UTAMA / AS ENGKOL , AS HARUS DI SLEP (UNDER SIZE)

B5.

CONECTING ROD / BATANG PISTON / SETANG SEHER
FUNGSI MENGHUBUNGKAN GERAKAN PISTON KE KRUK AS
A. BAGIAN YANG PERLU DI ANALYSA :
BOS PIN PISTON TIDAK BOLE LONGGAR : GANTI BOS KE T.B.B
B. BIG END  (BATANG BAWAH)
DUDUKAN METAL JALAN
PASTIKAN METAL BAGUS
C. KESELURUHAN BATANG : LURUSKAN KE T.B.B

B6.

PISTON / TORAK / ZUIGER
BAGIAN YANG HARUS DI ANALYSA :
1. a. BIDANG GESEK TIDAK BOLE CACAT : GANTI PISTON
    b. LUBANG PIN TIDAK BOLE AUS : GANTI PISTON
    c. CELAH DI DALAM SILINDER MIN 0,03 MM , MAX 0,2O MM
2. a. CELAH UJUNG RING DI DALAM SILINDER MIN 0,03 MM MAX 0,20 MM
    b. CELA UJUNG RING TIDAK BOLE SEJAJAR
    c. PEMASANGAN RING TIDAK BOLE TERBALIK ATAU TERTUKAR

B7.

SISTEM DISTRIBUSI / HUB TOP / TIMING
ALAT YANG MENGHUBUNGKAN KRUK AS DG NOKEN AS
UNTUK MENGATUR KERJA PISTON DENGAN KATUP , SEHINGGA TERJADI KESELARASAN GERAK ANTARA PISTON DENGAN KATUP DAN TERJADILAH LANGKAH LANGKAH : MESIN YANG SEMPURNA
* ISI
* COMPRESI
* TENAGA
* BUANG

MACAM 2 SISTEM DISTRIBUSI
1. TIMING BELT = DISTRIBUSI / HUB TOP MENGGUNAKAN KARET
2. TIMING CHANT = DISTRIBUSI / HUB TOP MENGGUNAKAN RANTAI KETENG
3. TIMING GEAR = DISTRIBUSI / HUB TOP MENGGUNAKAN GIGI

URUTAN MEMASANG DISTRIBUSI
1. POSISI PISON NO 1 HARUS DI TMA
2. POSISI NOKEN AS HARUS O DERAJAT
3. PASANGKAN BELT , CHANT , GEAR
PASTIKAN TANDA TOP / TANDA PEMASANGAN SEJAJAR
4. UNTUK MODEL RANTAI DAN KARET PASTIKAN KENCANG
5. CEK ULANG.

TIMING BELT ( KOMPONEN UTAMA )
1. TIMING BELT
2. GIGI NOKEN AS
3. GIGI KRUK AS
4. TENSIONER ROLLER / PENGENCANG BELT
PERHATIKAN : PASTIKAN SEMUA KOMPONEN BAGUS
: PENGGUNAAN MAX TIMING BELT  +50,000 KM.

TIMING CHANT ( KOMPONEN UTAMA )
1. RANTAI KETENG
2. GIGI KRUK AS
3. GIGI NOKEN AS
4. TENSIONER
PASTIKAN SEMUA KOMPONEN BAGUS
: PENGGUNAAN MAX RANTAI + 100.000 KM

TIMIMG GEAR
KOMPONEN UTAMA
A. MOBIL BENSIN
1. GIGI , KRUK AS
2. GIGI , NOKEN AS

B. MOBIL DIESEL
1. GIGI KRUK AS
2. GIGI NOKEN AS
3. GIGI IDEL / PENGHUBUNG
4. GIGI INJEKTOR
PASTIKAN SEMUA KOMPONEN BAGUS PENGGUNAAN
MAX . GIGI + 150.000 KM

Kemampuan

3. KEMAMPUAN

A. KECEPATAN MAXIMUM
Diukur dalam kondisi GVW di jalan an datar beraspal tanpa angin dalam satuan “km/jam" atau “mph" (mile per hour)

B. PEMAKAIAN BAHAN BAKAR (FUEL CONSUMPTLON)
Pengunaan bahan bakar (fuel consumption) adalah suatu ukuran berapa banyak bahan bakar yang_digunakan suatu mesin atau kendaraan pada suatu jarak tertentu dan ini menunjukkan seberapa jauh efisiensi mesin atau kendaran dilihat dari pemakaian bahan bakarnya.

Untuk menunjukkan pemakaian bahan bakar digunakan dua metode yang berbeda. Metode pertama dengan menjalankan kendaraan pada jarak tertentu dan bahan bakar yang diperlukan diukur. Satuan unit yang digunakan adalah liter per 100 km (1/106 km). Metode Ini Iebih mudah kita pahami, akan tetapi ada juga yang mengukur jarak yang dapat ditempuh dengan sejumlah bahan bakar tertentu. Satuannya adalah km per liter (km/1 atau mile , per gallon (mpg)). 
Nilai ini (1/100 km, km/1 atau mpg) digunakan untuk 'membandingkan pemakaian bahan bakar dari suatu kendaraan pada macam~macam kondisi pengendaraan.

( PENTING)
NilaI-nilai yang diperoieh dapat berbeda jauh tergantung pada kondisi perjalanan saat dilakukan pengukuran sebagai contoh :
cuaca, kondisi mesin , beban, keadaan lalu lintas dl jalan (di kota, Jalan bebas hambatan, dlpegunungan dan Iain-Iain.) Tingkat pemakaian bahan Dakar yang dikeluarkan oleh pabrik untuk kendaraan dapat saja tidak mencapai sesuai dengan promosi yang dikeluarkan karena kondisinya yang berbeda-beda.

C. KEMAMPUAN DAYA TANJAK MAKSIMUM 
Kemampuan kendaraan untuk mendaki dengan beban spesifikasi (G.V.W). Tingkat maksimum dari satu kendaraan dapat mendaki diperoleh dengan persamaan sebagai berikut : Ketinggian B yang ditentukan dari garis datar sejauh A yang dilalui. Sudut tanjakan 0 (theta) di dapat dengan membaigi

B/A. BILA A =100, B=20 MAKA : 

Maksimum gradeability masih berupa kemampuan teoritis, kenyataannya mungkin tidak dapat menanjak karena gesekan ban dengan jalan. 

D. MINIMUM TURNING RADIUS 
Yaitu radius terkecil kendaraan dapat  membelok perlahan-Iahan pada tempat yang datar dan rata dengan posisi kemudi membelok penuh.
Garis lingkarannya dibemuk oleh bagian body paling luar atau oleh garis tengah roda outer. 


4. SPESIFIKASI MESIN 

A. SUSUNAN SILINDER 
Susunan silinder yang digunakan pada umumnya Adalah sebagai berikut: 

Tlpe in-line 
Silinder-silinder disusun dalam satu baris. tipe lni banyak digunakan karena konstruksinya sederhana. 

TlpeV 
Blok si'linder berbentuk v (V-Shape). Tipe inl memungkinkan tinggi dan panjang mesin menjadi berkurang. 

Tlpe Horizontal Berlawanan 
Silinderasilinder disusun horizontal dan berlawanan satu dengan yang Iain. Susunan seperti in} dapat mengukur tinggi mesin. 

B. MEKANISME KATUP 

Mesin 4 langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakarnya. Campuran udara-bahan bakar masuk kesilinder melalui katup masuk, dan gas bekas keluar melalui katup buang. 

Mekanisme yang membuka dan menutup katup katup ini disebut mekanisme katup. Berikut ini tipe mekanisme katup yang banyak dibuat oleh pabrik : 

Tlpe Over Head Valve (OHV)
Mekanisme katup ini sederhana dan high reliability. Penempatan camshaft-nya pada blok silinder. dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm. 


Tlpe Over Head Camshaft (0HC)
Pada tipe ini, camshaft ditempatkan di atas kepala lsilinder, dan cam langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft ' digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali 

peggerak. Tipe.ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan 

OHV. tetapi tidak menggunakan litter dan push rod sehingga berat bagian yang bergerak menjadi 'berkurang. Kemampuannya pada kecepatan tinggi cukup baik. karena katup-katup membuka dan menutup lebih tetap pada kecepatan tinggi. 

Tipe Double Over Head Camshaft (DOHC) V 

Dua camshaft ditempatkan pada kepala sitinder,  satu untuk menggerakkan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakkan katup buang.
Cam shaft membuka dan menutup katup-katup langsung, tidak memerlukan rocker arm. Berat part yang bergerak menjadi berkurang, membuka dan menutupnya katup-katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi. 

Konstruksi tipe ini sangat rumit, kemampuannya sangat tinggi dibandingkan dengan tipe lain-~ nya. Mekanisme katup DOHC pada kendaraan TOYOTA menggunakan salah satu dari dua metoda seperti gambar di bawah ini. 

Dua camshaft digerakkan langsung dengan sebuah sabuk (single drive belt directly) atau hanya exhaust camshaft digerakkan langsung dengan satu sabuk (belt), dan intake camshaft digerakkan oleh exhaust camshaft melatui sebuah roda gigi. sepeni pada gambar di bawah. 

C. LUBANG SILINDER DAN LANGKAH TORAK 
Mesin dapat diklasifikasikan dalam 3 tipe oleh perbandingan diameter lubang silinder (cylinder bore) dengan langkah torak. 

* Long-stroke Engine 
Mesin yang langkah toraknya lebih panjang dari pada diameter silinder. 

*Square Engine 
 Mesin.yang langkah toraknya sama dengan diameter silinder. 

*Short stroke (Over-square) Engine
mesin yang langkah toraknya -lebih pendek dari pada diameter silinder.  Pada kecepatan mesin yang sama (rpm poros engkol) kecepatan torak pada square engine atau over-square engine lebih rendah dari pada long stroke engine. Ini berarti, bahwa silinder, torak dan pegas torak keausannya dapat berkurang dengan menggunakan square atau over-square engine. Selain itu tinggi mesin juga menjadi berkurang, maka square dan overssquare engine banyak digunakan pada mobil penumpang. 

REFERENSI  =  
TMA (Titik MatiAtas) Posisi torak ketika torak mencapai Iangkah tertinggi di dalam silinder
TMB (TITIK MATI Bawah) Posisi torak ketika torak mencapai langkah terendah didalam silinder

D. PISTON DISPLACEMENT
Volume langkah (piston dlsplacement) atau disingkat displacement adalah jumlah volume darl posisl TMA ke TMB (Untuk mesin yang silindernya Iebih dari satu. dipakai istilah total displacement). Pada umumnya displacement makin besar menghasilkan output yang Iebih besar pula, karena campuran udara dan bahan bakar makin banyak. 


E. PERBANDINGAN KOMPRESI 
Perbandingan kompresi menunjukan berapa jauh campuran udara bahan bakar yang dlhisap selama langkah hisap dikompresikan dalam silinder selama langkah kompresi 

Dengan kala lain adalah perbandlngan dari silinder dan volume ruang bakar dengan torak pada posisl TMB (V2) dengan volume ruang bakar dengan torak TMA (V1). Dan nilalnya dapat di hitung sebagai berikut: ; 

selanjutnya perbandingan kompresi yang lebih tinggi menghasilkan tekanan gas pembakaran leblh besar pula, menghasilkan output yang leblh besar.pada umumnya perbandingan kompresi ialah  
antara : 8 :1 dan 11 :1 dalam mesin bensin. dan antara :6 :1 sampai 20:1 untuk mesin diesel. 

F. MOMEN MESIN 
Momen mesin ialah nilai yang menunjukkan gaya putar atau twisting force pada output mesin (poros engkol). Nilai ini dinyatakan dalam satuan Newton Meter (N-M) dan dihitung sebagai berikut’: 

T = N X r 

T = momen

N =Gaya 

r =Jarak 
* Newton adalah unit pengukuran gaya dan mempunyai hubungan dengan kgf. metoda lama sebagai
berikut: . 

' 1kgf=9,80665N " 

G. DAYA OUTPUT MESlN 

Daya output mesin (engine output power) adalah rata-rata kerja yang dilakukan dalam satu waktu; satuan yang umum ialah kilowatt (KW). Satuan lain yang digunakan ialah HP (horse power) dan PS (German horse power). Satuan konvensional ini mempunyai hubungan dengan unit kilowatt sebagai berikut: 

1 PS = 0,7355 KW 1 HP :2 0,7457 KW 

H. KURVA KEMAMPUAN MESIN

Kurva kemampuan mesin (engine performance curva ) yaitu grafik yang menunjukkan kemampuan mesin secara umum. Grafik tipe ini mempertihatkan momen output mesin, yang diukur pada dinamo mesin, dan tenaga kuda mesin, yang dihitung dari kecepatan mesin (rpm). Nilai tersebut tidak menunjukan kemampuan mesin yang sebenarnya ketika sedang menggerakkan kendaraan di jalan. melainkan hanya kemampuan perbandingan dari ~ masén itu sendiri. 

Gram di bawah ini memepnihatkan kurva kemampuan mesin untuk suatu hypothetical engine. Dalam contoh ini output mesin 40 KW bila kecepatan mesin (dinyatakan dalam putaran permenit atau rpm)
adalah 2.000 rpm. Momen mesin kira-kira 150 NM BILA KECEPATAN MESIN 5,500 rpm. 



PENTING ! Nilal output mesin (tenaga kuda dan Momen) sedikit berbeda pada metoda yang digunakan untuk mengukurnya (ini tergantung pada berbagai macam standar kondisi dan tes yang dilakukan). Dewasa Ini ada beberapa sistem yang digunakan di dunia, dan yang lebih dikenal adalah sistem SAE dan sistem DIN. Nllai dari slstem In] tldak dapat Iangsung dibandingkan satu dengan yang Iainnya. " SAE (Society of automotive Engineers), standar yang berasal dari Amen’ka. 

’2 om (Deutsches lnstitut tiir Nonnung). standar yang berasal dari Jennan Barat. 

Spesifikasi

A. PANJANG KESELURUHAN (OVERALL LENGTH)
 Panjang kendaraan termasuk bumper pelindung, bila ada terpasang

B. LEBAR KESELURUHAN (OVERALL WlDTH) 
Lebar kendaraan termasuk bumper. molding, tonjolan dan lain-lain :diukur disisi luar.

C. TINGGI KESELURUHAN (OVERALL HEIGHT) 
Tinggi kendaraan diukur dalam kondisi tanpa beban. (Lihat catatan pada halaman berikutnya).

D. WHEELBASE 
Jarak antara garis tengah axle depan dengan axle belakang.

E. TREAD
 Jarak antara garis tengah ban kanan dengan ban kiri.

F. MINIMUM RUNNING GROUND CLEARAN
 Jarak terendah yang diukur dari lantai dengan kendaraan dalam kondisi berat kotor kendaraan :
(lihat catatan pada halamm berikumya)

G.  PANJANG RUANGAN (ROOM LENGTH) 
Jarak horizontal dari atas Istrumen pada saat tempat duduk belakang

H. LEBAR RUANGAN (ROOM WIDTH) 
Jarak antara permukaan Interior body dari kanan.

I. TINGGI RUANGAN (ROOM HEIGHT) 
Jarak maksimum tegak lurus dari lantai ke (termasuk karpet dan plafon) ‘ 

J. OVERHANG -  FRONT 
Jarak dari sumbu roda depan sampai bagian ujung terdepan kendaraan termasuk bumper. 

K. OVERHANG REAR 
Jarak dari sumbu roda belakang sampai bagian ujung terbelakang kendaraan termasuk bumper. 

L. ANGLE 0F APPROACH 
Sudut antara Iantai dengan garis tengah dari roda ke titik pertama singgungan (yaitu bumper, deflektor, fender atau komponen lainnya, tidak termasuk plat nomor) 

M. ANGLE OF DEPARTURE 
Sudut antara lantai dengan garis tengah dari roda ke titik pertama singgungan (yaitu bumper defplektor, knailpot, fender atau komponen lainnya, tidak termasuk plat nomor) 

N. CURB WEIGHT (CW) 
Berat kendaraan kosong tanpa beban atau pengemudi tetapi termasuk sejumblah maksimum bahan bakar. pendingin dan pérlengkapan standar termasuk ban serep dan alat-alat. 

O. GROSS VEHICLE WEIGHT (GVW) 
Berat total kendaraan maksimum yang diizinkan. Berdasarkan pertimbangan hukum dan kekuatan bahan.