3. KEMAMPUAN
A. KECEPATAN MAXIMUM
Diukur dalam kondisi GVW di jalan an datar beraspal tanpa angin dalam satuan “km/jam" atau “mph" (mile per hour)
B. PEMAKAIAN BAHAN BAKAR (FUEL CONSUMPTLON)
Pengunaan bahan bakar (fuel consumption) adalah suatu ukuran berapa banyak bahan bakar yang_digunakan suatu mesin atau kendaraan pada suatu jarak tertentu dan ini menunjukkan seberapa jauh efisiensi mesin atau kendaran dilihat dari pemakaian bahan bakarnya.
Untuk menunjukkan pemakaian bahan bakar digunakan dua metode yang berbeda. Metode pertama dengan menjalankan kendaraan pada jarak tertentu dan bahan bakar yang diperlukan diukur. Satuan unit yang digunakan adalah liter per 100 km (1/106 km). Metode Ini Iebih mudah kita pahami, akan tetapi ada juga yang mengukur jarak yang dapat ditempuh dengan sejumlah bahan bakar tertentu. Satuannya adalah km per liter (km/1 atau mile , per gallon (mpg)).
Nilai ini (1/100 km, km/1 atau mpg) digunakan untuk 'membandingkan pemakaian bahan bakar dari suatu kendaraan pada macam~macam kondisi pengendaraan.
( PENTING)
NilaI-nilai yang diperoieh dapat berbeda jauh tergantung pada kondisi perjalanan saat dilakukan pengukuran sebagai contoh :
cuaca, kondisi mesin , beban, keadaan lalu lintas dl jalan (di kota, Jalan bebas hambatan, dlpegunungan dan Iain-Iain.) Tingkat pemakaian bahan Dakar yang dikeluarkan oleh pabrik untuk kendaraan dapat saja tidak mencapai sesuai dengan promosi yang dikeluarkan karena kondisinya yang berbeda-beda.
C. KEMAMPUAN DAYA TANJAK MAKSIMUM
Kemampuan kendaraan untuk mendaki dengan beban spesifikasi (G.V.W). Tingkat maksimum dari satu kendaraan dapat mendaki diperoleh dengan persamaan sebagai berikut : Ketinggian B yang ditentukan dari garis datar sejauh A yang dilalui. Sudut tanjakan 0 (theta) di dapat dengan membaigi
B/A. BILA A =100, B=20 MAKA :
Maksimum gradeability masih berupa kemampuan teoritis, kenyataannya mungkin tidak dapat menanjak karena gesekan ban dengan jalan.
D. MINIMUM TURNING RADIUS
Yaitu radius terkecil kendaraan dapat membelok perlahan-Iahan pada tempat yang datar dan rata dengan posisi kemudi membelok penuh.
Garis lingkarannya dibemuk oleh bagian body paling luar atau oleh garis tengah roda outer.
4. SPESIFIKASI MESIN
A. SUSUNAN SILINDER
Susunan silinder yang digunakan pada umumnya Adalah sebagai berikut:
Tlpe in-line
Silinder-silinder disusun dalam satu baris. tipe lni banyak digunakan karena konstruksinya sederhana.
TlpeV
Blok si'linder berbentuk v (V-Shape). Tipe inl memungkinkan tinggi dan panjang mesin menjadi berkurang.
Tlpe Horizontal Berlawanan
Silinderasilinder disusun horizontal dan berlawanan satu dengan yang Iain. Susunan seperti in} dapat mengukur tinggi mesin.
B. MEKANISME KATUP
Mesin 4 langkah mempunyai satu atau dua katup masuk dan katup buang pada setiap ruang bakarnya. Campuran udara-bahan bakar masuk kesilinder melalui katup masuk, dan gas bekas keluar melalui katup buang.
Mekanisme yang membuka dan menutup katup katup ini disebut mekanisme katup. Berikut ini tipe mekanisme katup yang banyak dibuat oleh pabrik :
Tlpe Over Head Valve (OHV)
Mekanisme katup ini sederhana dan high reliability. Penempatan camshaft-nya pada blok silinder. dibantu dengan valve lifter dan push rod antara rocker arm.
Tlpe Over Head Camshaft (0HC)
Pada tipe ini, camshaft ditempatkan di atas kepala lsilinder, dan cam langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft ' digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali
peggerak. Tipe.ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan
OHV. tetapi tidak menggunakan litter dan push rod sehingga berat bagian yang bergerak menjadi 'berkurang. Kemampuannya pada kecepatan tinggi cukup baik. karena katup-katup membuka dan menutup lebih tetap pada kecepatan tinggi.
Tipe Double Over Head Camshaft (DOHC) V
Dua camshaft ditempatkan pada kepala sitinder, satu untuk menggerakkan katup masuk dan yang lainnya untuk menggerakkan katup buang.
Cam shaft membuka dan menutup katup-katup langsung, tidak memerlukan rocker arm. Berat part yang bergerak menjadi berkurang, membuka dan menutupnya katup-katup menjadi lebih presisi pada putaran tinggi.
Konstruksi tipe ini sangat rumit, kemampuannya sangat tinggi dibandingkan dengan tipe lain-~ nya. Mekanisme katup DOHC pada kendaraan TOYOTA menggunakan salah satu dari dua metoda seperti gambar di bawah ini.
Dua camshaft digerakkan langsung dengan sebuah sabuk (single drive belt directly) atau hanya exhaust camshaft digerakkan langsung dengan satu sabuk (belt), dan intake camshaft digerakkan oleh exhaust camshaft melatui sebuah roda gigi. sepeni pada gambar di bawah.
C. LUBANG SILINDER DAN LANGKAH TORAK
Mesin dapat diklasifikasikan dalam 3 tipe oleh perbandingan diameter lubang silinder (cylinder bore) dengan langkah torak.
* Long-stroke Engine
Mesin yang langkah toraknya lebih panjang dari pada diameter silinder.
*Square Engine
Mesin.yang langkah toraknya sama dengan diameter silinder.
*Short stroke (Over-square) Engine
mesin yang langkah toraknya -lebih pendek dari pada diameter silinder. Pada kecepatan mesin yang sama (rpm poros engkol) kecepatan torak pada square engine atau over-square engine lebih rendah dari pada long stroke engine. Ini berarti, bahwa silinder, torak dan pegas torak keausannya dapat berkurang dengan menggunakan square atau over-square engine. Selain itu tinggi mesin juga menjadi berkurang, maka square dan overssquare engine banyak digunakan pada mobil penumpang.
REFERENSI =
TMA (Titik MatiAtas) Posisi torak ketika torak mencapai Iangkah tertinggi di dalam silinder
TMB (TITIK MATI Bawah) Posisi torak ketika torak mencapai langkah terendah didalam silinder
D. PISTON DISPLACEMENT
Volume langkah (piston dlsplacement) atau disingkat displacement adalah jumlah volume darl posisl TMA ke TMB (Untuk mesin yang silindernya Iebih dari satu. dipakai istilah total displacement). Pada umumnya displacement makin besar menghasilkan output yang Iebih besar pula, karena campuran udara dan bahan bakar makin banyak.
E. PERBANDINGAN KOMPRESI
Perbandingan kompresi menunjukan berapa jauh campuran udara bahan bakar yang dlhisap selama langkah hisap dikompresikan dalam silinder selama langkah kompresi
Dengan kala lain adalah perbandlngan dari silinder dan volume ruang bakar dengan torak pada posisl TMB (V2) dengan volume ruang bakar dengan torak TMA (V1). Dan nilalnya dapat di hitung sebagai berikut: ;
selanjutnya perbandingan kompresi yang lebih tinggi menghasilkan tekanan gas pembakaran leblh besar pula, menghasilkan output yang leblh besar.pada umumnya perbandingan kompresi ialah
antara : 8 :1 dan 11 :1 dalam mesin bensin. dan antara :6 :1 sampai 20:1 untuk mesin diesel.
F. MOMEN MESIN
Momen mesin ialah nilai yang menunjukkan gaya putar atau twisting force pada output mesin (poros engkol). Nilai ini dinyatakan dalam satuan Newton Meter (N-M) dan dihitung sebagai berikut’:
T = N X r
T = momen
N =Gaya
r =Jarak
* Newton adalah unit pengukuran gaya dan mempunyai hubungan dengan kgf. metoda lama sebagai
berikut: .
' 1kgf=9,80665N "
G. DAYA OUTPUT MESlN
Daya output mesin (engine output power) adalah rata-rata kerja yang dilakukan dalam satu waktu; satuan yang umum ialah kilowatt (KW). Satuan lain yang digunakan ialah HP (horse power) dan PS (German horse power). Satuan konvensional ini mempunyai hubungan dengan unit kilowatt sebagai berikut:
1 PS = 0,7355 KW 1 HP :2 0,7457 KW
H. KURVA KEMAMPUAN MESIN
Kurva kemampuan mesin (engine performance curva ) yaitu grafik yang menunjukkan kemampuan mesin secara umum. Grafik tipe ini mempertihatkan momen output mesin, yang diukur pada dinamo mesin, dan tenaga kuda mesin, yang dihitung dari kecepatan mesin (rpm). Nilai tersebut tidak menunjukan kemampuan mesin yang sebenarnya ketika sedang menggerakkan kendaraan di jalan. melainkan hanya kemampuan perbandingan dari ~ masén itu sendiri.
Gram di bawah ini memepnihatkan kurva kemampuan mesin untuk suatu hypothetical engine. Dalam contoh ini output mesin 40 KW bila kecepatan mesin (dinyatakan dalam putaran permenit atau rpm)
adalah 2.000 rpm. Momen mesin kira-kira 150 NM BILA KECEPATAN MESIN 5,500 rpm.
PENTING ! Nilal output mesin (tenaga kuda dan Momen) sedikit berbeda pada metoda yang digunakan untuk mengukurnya (ini tergantung pada berbagai macam standar kondisi dan tes yang dilakukan). Dewasa Ini ada beberapa sistem yang digunakan di dunia, dan yang lebih dikenal adalah sistem SAE dan sistem DIN. Nllai dari slstem In] tldak dapat Iangsung dibandingkan satu dengan yang Iainnya. " SAE (Society of automotive Engineers), standar yang berasal dari Amen’ka.
’2 om (Deutsches lnstitut tiir Nonnung). standar yang berasal dari Jennan Barat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar